Selasa, 22 Juli 2014

LeBron James is a Cum Laude!

Pemuda itu bernama LeBron James. Baru saja lulus dari pendidikan SMAnya di Akron, Ohio. Dia membuat keputusan terpenting dalam hidupnya, melanjutkan kuliahnya di salah satu kampus terbesar di US, bernama NBA. Mulai masuk di tahun 2003, James memulai pendidikannya di fakultas Cleveland Cavaliers. James masuk ke NBA di salah satu angkatan terbaik bersama Dwyane Wade di fak. Miami Heat, Carmelo Anthony, Chris Bosh, dll. Semua tak berjalan mudah buat James, tapi berkat bakat dan kerja kerasnya, di tahun pertamanya dia menjadi mahasiswa baru terbaik di kampus. What a great honor! Di tahun pertamanya juga dia terpilih menjadi salah satu dari beberapa mahasiswa terbaik yg dikumpulkan berdasarkan gedung kampus, sayap timur (East) dan sayap barat (West) gedung, untuk beradu pintar di kompetisi tertulis yg dinamakan All Stars. Dan di tahun tahun selanjutnya, dia rutin terpilih jadi anggota East All Star. Bersama fak. Cleveland Cavaliers, di tahun 2007, mereka berhasil masuk ke kompetisi cerdas cermat antara fakultas terbaik di gedung timur melawan fakultas terbaik di gedung barat, dan lawannya kali ini San Antonio Spurs, memperebutkan tahta fakultas terbaik di kampus itu. Sayang, mereka kalah telak. Tahun 2009 dan 2010, LeBron James terpilih sebagai mahasiswa dengan nilai tertinggi di kampus, berkat pembelajarannya bersama Cavaliers. Tapi, di tahun 2010 pula, dia membuat keputusan penting lagi. Dia memutuskan untuk pindah fakultas, ke Miami Heat, fakultas terbaik di tahun 2006, bergabung dengan mahasiswa terbaik di fakultasnya, Dwyane Wade, dan mahasiswa yg baru juga pindah, Chris Bosh. Di Miami Heat, ia mencapai kompetisi akhir 4 tahun berturut turut. Penantian James berakhir di tahun 2012 dan 2013. Tahun 2012, melawan fakultas dengan mahasiswa mahasiswa baru dan muda bernama Oklahoma City Thunder dengan mahasiswa terbaiknya, Kevin Durant. Tahun 2013, melawan fakultas yang sudah menjadi unggulan bertahun tahun berkat performa 3 mahasiswanya, Tim Duncan, Manu Ginobili, dan Tony Parker, San Antonio Spurs. Dua tahun berturut turut James mengalahkan Durant dan Duncan, dua kali James menjadi peserta terbaik di kompetisi akhir, dua kali fakultas Miami Heat menjadi fakultas terbaik di kampus. Penantian panjang berakhir manis. Tahun 2014 dia kembali ke kompetisi akhir, kembali melawan Spurs, tapi Heat gagal, mahasiswa muda yang baru masuk, Kawhi Leonard berhasil jadi peserta terbaik kompetisi. Sekarang, LeBron James sudah lulus dari NBA, dengan predikat Cum Laude. Tapi dia merasa masih punya hutang kepada fakultas pertamanya. Dia melanjutkan studi S2 nya di kampus NBA, bersama fakultas Cleveland Cavaliers, bergabung dengan mahasiswa mahasiswa muda berbakat seperti Kyrie Irving, Wiggins, dan Bennet. James kembali dengan kedewasaannya. Dia kembali untuk menuntaskan hutangnya. Dia kembali pulang....

Senin, 14 Juli 2014

Hormat atau Takut?

Minggu ini, topi karton, nametag bentuk aneh, barisan rapi, beberapa orang mengaku sebagai "kakak kelas" membimbing mereka, anak anak baru keliling sekolah. Ya, masa orientasi siswa siswi baru. Seperti biasa, pengenalan lingkungan sekolah, organisasi, pengenalan siswa siswi baru, dll. Tapi bukan ini yg ingin saya cermati. Bukan (atau belum) terjadi di sekolah saya, di mana pada masa orientasinya, siswa siswi baru ini dimarah marahi, dibuat bahan lelucon oleh kakak kelasnya, seperti bawa barang yg aneh aneh, hukuman yg tak perlu, yang pasti tidak ada hubungannya dengan makna kata "orientasi" itu sendiri yang berarti perkenalan. Kenapa harus ada hal seperti ini di masa orientasi beberapa sekolah di Indonesia? Apa tujuannya?

Beberapa pengakuan yang saya baca di internet, atau obrolan obrolan bersama teman teman saya, memunculkan satu jawaban utama, yang menurut saya ini absurd. Junior harus dididik secara keras dulu, supaya bisa hormat sama seniornya. Seriously? Apa yang saya lihat di orientasi semacam ini, bukanlah didikan, tetapi seperti ajang mempermalukan siswa siswi baru di depan para senior. Dan ini bukan kesan pertama yang baik dari junior kepada senior, di mana kesan pertama merupakan hal penting dari suatu pertemuan.

Tujuannya kata mereka rasa hormat, respect dari junior. Tetapi jika junior diperlakukan seperti ini, bukan rasa hormat yg didapat. Okelah mereka menghormati senior, tetapi atas dasar rasa takut, bukan hormat yg sebenarnya. Dan tentu pasti bukan hormat seperti itu yg diinginkan para senior. Padahal, rasa hormat itu bisa didapat dengan cara lain, seperti ajak mereka ngobrol, akrab dengan mereka, anggap saja mereka seperti adik kandung sendiri, maka dengan sendirinya, mereka akan menghormati kita, bukan atas dasar rasa takut. 

Mungkin mulai sekarang, mindset para senior di sekolah sekolah di Indonesia harus mulai diubah. Jika ingin dihormati oleh junior, mulai dengan menghargai dan menyayangi mereka, jalin hubungan baik, dengan begitu, mereka akan menghormati kita, para senior. Coba lihat di Singapura, dimana ospeknya adalah melakukan suatu kegiatan untuk menyenangkan hati orang orang di sekitar mereka, jadi lebih peduli terhadap lingkungan. Bukankah hubungan baik antar sesama manusia itu akan menguntungkan semua pihak?



Rabu, 30 April 2014

imagine...

Imagine, there are no guns, just flowers
Imagine, people throw smiles, not grenades
Imagine, the world is driven by peace, not money
Imagine, there are no wars, just laughs
Imagine, black and white people, live together peacefully
Imagine, no racism, no discrimination
Imagine, all the people love each others
Imagine, no hates, just loves.

"You may say, I'm a dreamer, but I'm not the only one" - John Lennon

Kamis, 13 Maret 2014

Jangan Lagi Remehkan Penjaga Gawang!

        Di sore itu, saat aku masih kecil dulu, aku dan teman teman ku memutuskan untuk bermain sepak bola di lahan kosong yang terletak tidak jauh dari rumah kami. Seperti biasa, hanya 2 pasang sendal jepit yang kami jadikan gawang, juga bola plastik. Setelah tim dibagi 5 lawan 5, saatnya pembagian tugas. Kebanyakan dari kami pasti memilih untuk menjadi penyerang, atau pemain tengah. Jarang yang mengajukan diri untuk menjadi bek, apalagi kiper. Hanya 1 orang lah yang (dengan terpaksa) bersedia menjadi penjaga gawang. Setelah bermain, kami pulang dengan keringat banyak, siap untuk nanti dimandikan ibu kami masing masing.

         Beberapa minggu yang lalu, aku diajak oleh teman temanku untuk bermain futsal di suatu daerah. Aku menyanggupi, memang saat itu kegiatanku tidak terlalu banyak. Kami memutuskan untuk main di sore hari, sama seperti aku kecil dulu, bedanya, sekarang aku main di lapangan futsal yang memakainya saja harus bayar, tidak di lapangan kosong seperti dulu. Hal yang sama terjadi saat pembagian posisi, kebanyakan dari kami enggan untuk menjadi penjaga gawang. Dengan terpaksa, seseorang bersedia menjadi kiper.

         "Lalu, kenapa banyak orang enggan menjadi kiper?"

          Dari wawancaraku bersama teman teman ku, banyak yang bilang kalau alasannya adalah seperti ini:
1. Kiper jarang cetak gol, nanti dibilang gak jago

2. Bosen jadi kiper, kalo gak diserang nganggur doang di belakang

3. Halah, nanti kalo kebobolan, pasti yang disalahin kiper duluan

Daaaan masih banyak alasan lain lagi.........

           Menurutku, memang menjadi kiper bukanlah hal yang mudah, tapi bukannya bermain di posisi manapun tidak ada yg sangat mudah? Menjadi seorang kiper juga dituntut memiliki tanggung jawab besar, karena kitalah yang mengatur bagaimana posisi pemain bertahan didepan kita, dan jika salah, kebobolan, kiper harus berani bertanggung jawab.

            Menjadi kiper, sebenarnya tidak melulu soal jatuh bangun menjaga gawang. Seperti yang disebut di atas, kita mengatur posisi pemain di depan kita untuk bertahan. Kiper modern pun juga berperan dalam membangun penyerangan tim. Ingat Peter Schmeichel yang disebut Playmaker Goalkeeper? Atau beberapa kali kita lihat Manuel Neuer naik ke setengah lapangan untuk membantu rekan setimnya di Bayern menjalankan tiki takanya Guardiola. Kiper juga biasanya adalah orang yang akan ditunjuk pelatih untuk menjadi kapten timnya. Dan ingat lagi satu hal, kiper akan jadi pahlawan timnya saat berhasil menggagalkan peluang emas tim lawan untuk mencetak gol ke gawang kita. Kita pasti masih ingat penyelamatan penalti Dudek saat adu penalti Liverpool vs AC Milan, yang akhirnya memberi gelar juara Champions League ke Liverpool secara dramatis. Atau jika mungkin Ravi Murdianto tidak menyelamatkan penalti lawan saat adu penalti Final AFF U-19, mungkin kita tidak akan melihat Ilham Udin berselebrasi sebegitu gembiranya saat penaltinya memastikan gelar juara AFF U-19 kepada Timnas Indonesia U-19. Menyenangkan bukan menjadi pahlawan tim di saat seperti itu?

             Jadi, masih mau meremehkan posisi penjaga gawang?

Full Time FMer, Part Time Student

Rafiandra Putra Andika

Selasa, 11 Maret 2014

Day 2 Of Holiday

Assalamualaikum Warahmatulkahi Wabarakatuh!

      Jadi, ini adalah hari kedua gua libur sekolah, dikarenakan kakak kelas 12 yang lagi pada Ujian Sekolah (Semangat kakak kakak angkatan 45!), dan gua mulai merasa bosan, tapi tetep gua gak pengen cepet cepet masuk sekolah...

      Libur sekarang, seperti biasa, gua nginep di rumah eyang gua sampai hari Minggu ntar, cari cari suasana baru, soalnya kalo di rumah terus gua takut ngeliat buku buku pelajaran dan pr pr yang menumpuk. Nih beberapa pr gua yang belum (baca:gamau) gua kerjain:

1. Pr kelompok b indonesia karya ilmiah

2. Pr kelompok agama Islam

3. Pr EP EK EM Matematika di kertas folio (ini nyebelin, musti dikumpulin pagi)

4. Gatau lagi deh, dan gua juga gamau nginget ngingetnya.........

       Kayaknya sih masih banyak, coba aja gua punya Pensil Komputernya Doraemon. Apa? Lo gatau Pensil Komputer? Itu lho pensil yang bisa nulis sendiri. Makanya, jangan banyak banyak nonton sinetron. Wkwkwk.

       Pas libur ini sendiri sih, kehidupan gua udah kayak dijadwal, dan kegiatan di rumah eyang gua nih emang itu itu aja.

       Bangun tidur

       Nonton tv

       Main FM sambil online di laptop

       Makan

       Ngeblog

       Main ke rumah temen

       Udah gitu gitu aja terus sampe tidur lagi. Bosen? Gak terlalu sih, daripada ngerjain pr ya mendingan gini yak, haha... Yaudahlah segini aja dulu post gua sekarang, ngeblog ini juga jadi salah satu kebiasaan baru pas liburan sekarang, semoga aja bisa kebiasaan terus terusan.....

Full Time FMer, Part Time Student

Rafiandra Putra Andika

Senin, 10 Maret 2014

"Semua orang berawal dari nol. Yang membedakan mereka adalah bagaimana cara mereka mencapai seratus." - Rafiandra Putra Andika, remaja 16 tahun ketagihan FM dan FIFA

Hobi Baru: Football Manager!

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH!

      Sekarang, gua pengen bercerita soal hobi gua, yang berhubungan dengan passion gua yang udah gua ceritain kemarin, ya analisis taktik sepakbola. Gua memutuskan untuk menyalurkan hobi ini ke suatu game berjudul FOOTBALL MANAGER 2014! Selengkapnya, silahkan baca paragraf paragraf di bawah ini (kayak soal ulangan aje ndra).

       "Football Manager tuh apaan sih?"

        Jadi, Football Manager ini adalah suatu game, di mana kita bisa jadi manajer suatu klub sepak bola. Jangankan klub, kita juga bisa jadi pelatih timnas sepak bola. Ada Indonesia juga lho, walaupun gua belum tertarik untuk jadi pelatih timnas. Di game ini kita bakal ngurusin latihan tim, belanja pemain (ini nih yang paling gua suka, bisa beli beli pemain yang kita butuhkan), dan yang paling utama, memasang taktik dan formasi yang akan dipakai di pertandingan. Di FM ini, gua pake tim Southampton, yang terkenal dengan akademinya yang menghasilkan pemain macam Theo Walcott, Alex Oxlade Chamberlain, dan pemain termahal kedua di dunia, Gareth Bale. Bisa dilihat kan, gua adalah manajer yang lebih suka memainkan pemain pemain muda, apalagi dari akademinya.

        "Kenapa lo tiba tiba main FM2014 ini?"

        Gua udah bilang di blogpost sebelum ini (ayo baca baca sana biar tau), passion gua sekarang adalah menganalisis taktik sepak bola. Tapi saat dewasa nanti, gua sebenernya mau lebih dari itu. Gua juga pengen jadi manajer sepak bola. Nah, kan gua masih dalam tahap pembelajaran sekarang, dan yang namanya belajar ada yang namanya ujian praktek, nah Football Manager 2014 ini bisa dibilang adalah ujian praktek gua. Gimana caranya gua mengaplikasikan apa yang sudah gua pelajari ke suatu pertandingan. Juga, karena gua masih belum cukup umur buat jadi manajer sepak bola beneran, jadi daripada bengong gak ngapa ngapain, mendingan mainin FM 2014 ini, ya gaaakkk?

        "Siapa aja yang udah bantuin lo dalam main FM2014 ini?"

        Yang namanya belajar, kan pasti ada gurunya, ada rekan belajarnya. Pertama, guru gua, adalah suatu website komplit yang ngebahas hal hal apapun soal Football Manager, yaitu fmscout.com. Di sini, lo bisa dapetin apa apa yang lo butuhin buat FM lo, ibaratnya ini guru sekaligus buku pelajaran lo lah. Lo mau nyari apa? Pemain pemain muda terbaik? Ada. Pemain pemain murah terbaik? Ada. Pemain pemain GRATIS terbaik? Ada juga! Gak cuma daftar pemain, taktik taktik bagus yang bisa lo pelajarin juga ada di sini. So, visit this website if you want to be a good manager in FM. Terus, rekan belajar gua nih! Dua orang teman gua di XI IPA 4 (buat yang belum tau, ini kelas gua sekarang), Fakhri Maulana (@fakhrindonesia), dan Tio Fajar (@Tiohoobah). Dua orang ini adalah rekan seperjuangan gua di dunia perFMan. Kita sering berbagi tentang pemain muda yang baru kita dapet, formasi yang kita pake dan sering sukses, dll. Mereka lebih duluan main FM daripada gua, jadi bisa dibilang mereka adalah dua senior gua. Big thanks to both of you!

        "Sekarang, udah sejauh mana progress lo main FM 2014?"

         Gua baru mulai main FM 2014 kira kira sebulan yang lalu, jadi sekarang masih di musim pertama. Gua gak terlalu banyak beli pemain, yang paling mahal 7,75 juta Pounds buat wonderkid Sean Murray, lainnya, gua dapet secara gratis atau pinjaman. Sejauh ini, progress gua bagus banget, sekarang Southampton gua ada di posisi 2 klansemen, beda 1 poin sama Chelsea yang ada di pucuk. Arsenal dan Liverpool udah pernah jadi korban keganasan Southampton ini, ya walaupun juga pernah kalah 4-1 dari Manchester United, dan gugur di ronde kedua Capital One Cup dari tim divisi mana gua gak tau namanya Hartlepool (adu penalti bro kalahnya, nyesek gak tuh). Sekarang gua masih ada di bulan Januari, dan gua menargetkan trofi Liga Inggris dan FA Cup di akhir musim nanti. WISH US LUCK!

         "Terus, apa yang bakal lo lakukan selanjutnya?"
     
         Gua bakal seriusin Football Manager 2014. Ngeraih banyak trofi di Southampton, biar banyak pemain bagus tertarik main di tim gua. Dan ini baru sebuah awal, dari sesuatu yang lebih besar lagi. Ini adalah bahan awal supaya nanti gua bisa nulis artikel sepak bola yang berkualitas, dan syukur syukur jadi manajer klub sepak bola beneran (yang ini ngarep, bisa main bola aja kagak). Aamiin.......

         Oke, sampai ketemu di post selanjutnya! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Minggu, 09 Maret 2014

When You Found It, Love It. When You Love It, Do It

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

      Ya, ini blogpost pertama gua setelah berbulan-bulan/bertahun-tahun? Mungkin gua gak bakal terlalu konsisten nulis di sini, tapi akan gua coba sisihkan waktu di setiap weekend untuk nulis minimal 1 artikel. Dan minggu ini, gua libur selama 8 hari. Gua ulang, 8 HARI! Dari Senin ketemu Senin broh! Langka banget. Gua pengen coba ngeblog lagi setelah Sabtu tgl 8 Maret 2014 kemarin, di SMAN 14 Jakarta (FYI, itu sekolah gua buat yang belum tau), ada acara Paradigma dan di situ ada seminar Blogger bersama BENAKRIBO! Nanti bakal gua ceritain selengkapnya di post berikutnya.
     
       Kenapa sih judulnya gitu? Gua yakin sebagian dari kalian bakal ngomong gitu pasti, tenang bakal gua jawab pelan pelan, diam diam, tapi mematikan (lo kira apaan?). Ya, jadi akhir akhir ini gua mulai menemukan Passion gua, hobi gua yang baru, dan mungkin akan gua tekunin sampai dewasa nanti. Gua sekarang mulai suka ngebaca baca artikel tentang analisis taktik sepakbola, singkatnya, gua mulai tertarik di bidang Analisis Taktik Sepakbola! Keren gak tuh? Haha. Awalnya sih gua baca baca artikel di bolatotal.com (it's a great website for football fans, you should visit them), di mana artikel yg gua baca saat itu tentang analisis kondisi Manchester United sekarang. Kemudian gua juga sering baca di detik.com bagian Sepak Bola, di subbagian About The Game, mereka sering mempublikasikan analisis tentang suatu match yang sudah terjadi, dan yang sering melakukannya adalah Pandit Football Indonesia, yang juga artikelnya dipublikasikan di Detik (you should visit their website too, Google them!). Berbekal bacaan bacaan tadi dan dari sumber lain, gua jadi makin tertarik untuk menganalisis pertandingan, tapi belum bisa sih, gua masih dalam tahap pembelajaran, karena banyak banget taktik taktik dasar yang harus gua pelajari, dan gimana caranya ngebaca apa yang terjadi di lapangan, walaupun kita cuma nonton di TV....
      
         Terus, apa yang bakal lo lakuin dari hobi itu? Rencananya gua bakal menjadikan hobi gua ini sebagai pekerjaan gua di masa depan. Seperti apa yang gua lihat dari penulis sepak bola favorit gua, Pangeran Siahaan, I hope I can be like him in the future. Dia adalah seorang jenius di bidang ini. Gua berharap bisa belajar banyak dari dia. Siapa bilang menjadi seorang penganalisis sepak bola tidak bisa jadi pekerjaan? Ini yang ingin gua lakukan, berbagi pengetahuan pengetahuan gua, lewat tulisan di blog ini atau di tempat lain.

         I've found my passion, I've loved it, and I will do it. How about you?