Minggu ini, topi karton, nametag bentuk aneh, barisan rapi, beberapa orang mengaku sebagai "kakak kelas" membimbing mereka, anak anak baru keliling sekolah. Ya, masa orientasi siswa siswi baru. Seperti biasa, pengenalan lingkungan sekolah, organisasi, pengenalan siswa siswi baru, dll. Tapi bukan ini yg ingin saya cermati. Bukan (atau belum) terjadi di sekolah saya, di mana pada masa orientasinya, siswa siswi baru ini dimarah marahi, dibuat bahan lelucon oleh kakak kelasnya, seperti bawa barang yg aneh aneh, hukuman yg tak perlu, yang pasti tidak ada hubungannya dengan makna kata "orientasi" itu sendiri yang berarti perkenalan. Kenapa harus ada hal seperti ini di masa orientasi beberapa sekolah di Indonesia? Apa tujuannya?
Beberapa pengakuan yang saya baca di internet, atau obrolan obrolan bersama teman teman saya, memunculkan satu jawaban utama, yang menurut saya ini absurd. Junior harus dididik secara keras dulu, supaya bisa hormat sama seniornya. Seriously? Apa yang saya lihat di orientasi semacam ini, bukanlah didikan, tetapi seperti ajang mempermalukan siswa siswi baru di depan para senior. Dan ini bukan kesan pertama yang baik dari junior kepada senior, di mana kesan pertama merupakan hal penting dari suatu pertemuan.
Tujuannya kata mereka rasa hormat, respect dari junior. Tetapi jika junior diperlakukan seperti ini, bukan rasa hormat yg didapat. Okelah mereka menghormati senior, tetapi atas dasar rasa takut, bukan hormat yg sebenarnya. Dan tentu pasti bukan hormat seperti itu yg diinginkan para senior. Padahal, rasa hormat itu bisa didapat dengan cara lain, seperti ajak mereka ngobrol, akrab dengan mereka, anggap saja mereka seperti adik kandung sendiri, maka dengan sendirinya, mereka akan menghormati kita, bukan atas dasar rasa takut.
Mungkin mulai sekarang, mindset para senior di sekolah sekolah di Indonesia harus mulai diubah. Jika ingin dihormati oleh junior, mulai dengan menghargai dan menyayangi mereka, jalin hubungan baik, dengan begitu, mereka akan menghormati kita, para senior. Coba lihat di Singapura, dimana ospeknya adalah melakukan suatu kegiatan untuk menyenangkan hati orang orang di sekitar mereka, jadi lebih peduli terhadap lingkungan. Bukankah hubungan baik antar sesama manusia itu akan menguntungkan semua pihak?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar